Pernyataan Sikap PSM dalam Peringatan Haul Syuhada Korban PKI

Bismillaahirrohmanirrohiim

Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) sebagai bagian dari komponen bangsa yang menjunjung tinggi nilai keadaban, kemanusiaan dan berpegang teguh pada dasar falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yaitu Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika, dalam memperingati Haul Syuhada korban PKI tahun 1948 dan 1965, dengan ini menyampaikan sikap kebangsaan sebagai berikut:

1. Bahwa ideologi komunis sangat bertentangan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara di NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta norma kehidupan budaya masyarakat yang agamis dan penuh kesantunan.

Pesantren Sabilil Muttaaqien dengan tegas menolak tumbuh kembangnya ideologi komunis dalam bentuk apapun, baik langsung ataupun tidak langsung di semua kegiatan masyarakat

 

2. Bahwa peristiwa G 30 S/PKI tahun 1965 pada dasarnya merupakan satu rangkaian dari peristiwa pemberontakan PKI Muso tahun 1948 di Madiun dan sekitarnya, yang akan mengambil alih kekuasaaan atau kudeta secara inkonstitusional dengan cara kekerasan, sehingga memakan korban cukup besar, terutama kalangan agama dan TNI, sehingga menjadi peristiwa tragedi berdarah secara nasional.

Berkaitan dengan hal tersebut, Pesantren Sabilil Muttaqien mengambil sikap untuk menyerukan dan menghimbau kepada Pemerintah agar negara tidak perlu meminta maaf secara formal. Bahwa ada permintaan saling memaafkan antara keluarga korban dengan PKI secara personal bisa dimaklumi dan diterima, namun tidak bisa mengubah sejarah pengkhianatan dan keganasan PKI yang sudah terjadi.

 

3. Bahwa generasi penerus yang tidak mengalami secara langsung terhadap peristiwa pemberontakan PKI  tahun 1948 dan 1965, perlu mendapatkan informasi yang benar dan menyeluruh dengan mengungkap fakta yang sebenarnya.

Sehubungan dengan hal tersebut maka Pesantren Sabilil Muttaqien mohon kepada Pemerintah untuk menerbitkan buku sejarah tentang peristiwa pemberontakan PKI secara obyektif dan persuasif, sehingga bisa memberikan pemahaman pada generasi penerus, agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

Demikian pernyataan sikap ini disampaikan sebagai pertanggungjawaban moral Pesantren Sabilil Muttaqien dalam mengemban amanah sebagai bagian integral bangsa yang secara langsung mengalami peristiwa dan menjadi korban kekejaman PKI tersebut.

Takeran, 30 September 2015

Ketua

Ir. H. Miratul Mukminin, MM

(GUS AMIK)

 

Kirim Komentar




Sebelumnya

ALUMNI PESANTREN AHLI PEMBANGUNAN DAN PERUBAHAN

Selanjutnya

RENUNGAN RAMADHAN: HUKUMAN YANG TIDAK TERASA