RENUNGAN RAMADHAN: HUKUMAN YANG TIDAK TERASA

Sungguh banyak dari kita yang berdosa kepada Allah dan tidak menunaikan hak-Nya sebagaimana mestinya, namun mengapa rasanya kita tidak melihat Allah menghukum kita? Sungguh betapa sering Allah menghukum kita namun tidak terasa. Salah satu hukuman Allah yang terbesar yang dapat menimpa kita ialah sedikitnya taufiq (kemudahan) untuk mengamalkan ketaatan dan amal amal kebaikan. Tidaklah seseorang diuji dengan musibah yang lebih besar melainkan dari kekerasan  dan kematian hatinya.

Sadarkah ketika kita tidak diberikan rasa khusyu' dalam shalat ?
Sadarkah bahwa  hari -hari yang telah berlalu dari hidup kita, tanpa membaca Al-Qur'an, padahal firman-Nya sangat jelas : "Sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini ke gunung, niscaya engkau melihatnya tunduk, retak, karena takut kepada Allah"

Tapi kita kadang tidak tersentuh dengan ayat-ayat Al-Qur'an, seakan kita tidak mendengarnya. Sadarkah kita telah berlalu beberapa malam yang panjang sedang kita tidak melakukan Qiyamullail di hadapan Allah, walaupun terkadang kita begadang. Sadarkah kita bahwa telah berlalu musim musim kebaikan seperti: Ramadhan, Enam hari di bulan Syawwal, Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, dst , tapi kita belum diberi taufiq untuk memanfaatkannya sebagaimana mestinya.

Hukuman apa lagi yang lebih berat dari itu? 
Tidakkah kita merasakan beratnya mengamalkan banyak ketaatan (amal ibadah)? 
Tidakkah Allah menahan lidah kita untuk berdzikir, beristighfar dan berdo'a kepadanya. 
Tidakkah terkadang kita merasakan bahwa kita lemah di hadapan hawa nafsu?

Hukuman apa lagi yang lebih berat dari semua ini?

Sadarkah kita yang mudah berghibah, mengadu domba, memandang ke yang haram?
Sadarkah kita, bahwa Allah membuat kita lupa kepada Akhirat, lalu Allah menjadikan dunia sebagai perhatian terbesar dan ilmu tertinggi?
Semua bentuk pembiaran ini hanyalah beberapa bentuk hukuman Allah kepada kita yg mungkin tidak disadari.

Karena hukuman yang paling ringan dari Allah terhadap hamba-Nya ialah hukuman yang terasa pada harta, atau anak, atau kesehatan.
Sesungguhnya hukuman terberat ialah hukuman yang tidak terasa pada kematian hati, lalu ia tidak merasakan nikmatnya ketaatan, dan tidak merasakan sakitnya dosa.

Semoga di bulan Romadhan ini bisa kita tingkatkan ibadah,  amalan taubat dan istighfar, dan semoga Allah menghidupkan hati kita sehingga memiliki qolbun salim yakni Hati yang selamat

Gus Amik

Kirim Komentar




Sebelumnya

ALUMNI PESANTREN AHLI PEMBANGUNAN DAN PERUBAHAN

Selanjutnya

Tentang Ziarah Kubur?