Membela Dahlan

Banyak yg takjub juga: Kenapa timeline media sosial seperti lembaran pledoi prasidang untuk Dahlan Iskan? Kenapa orang-orang mau membelanya? Kenapa gak sabar untuk menunggu sidang pengadilan atau praperadilan? 

Saya sedikit menjawabnya: Kami gak punya kesabaran jika mengenai Dahlan Iskan. Kami membelanya. Kenapa?

Membela Dahlan Iskan adalah membela masa depan generasi. Membela anak-anak muda nanti yang masih bersangka baik untuk melakukan sesuatu demi negara mereka. Membela orang-orang sederhana dulu yang mengusapi mimpi anak-anak mereka dengan doa agar kelak berguna bagi agama, bangsa dan negara.
 
Membela Dahlan Iskan adalah membela  negeri ini dari kekalahan akan anggapan tidak ada yg bisa menang melawan orang-orang politik. Tidak ada hukum bagi mereka.  Tidak ada tangan negara yang bisa menjangkau mereka. 

Membela Dahlan Iskan adalah mencegah sebuah masa depan yang gelap di negara ini, dimana orang-orang tua akan berpesan kepada anak-anak mereka sebelum berangkat sekolah: Nak, jika kamu ingin hidup yang bermartabat di negeri ini tak perlu jadi macam-macam. Jadilah ketua partai, kader, atau setidaknya simpatisan. Kamu bunuh diri kalau berusaha membela negara tanpa lewat politik. Negara tak akan membelamu. Negara mengincarmu dan sewaktu-waktu akan datang menghajarmu.Negara kita ini, sangat politis, nak.

Jadi, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaanmu, membela Dahlan Iskan bagi saya adalah membela harapan. Saya tidak pernah melakukan sesuatu yang besar bagi negara ini. Mungkin tak akan pernah. Tapi, setidaknya saya pernah membela orang-orang yang repot-repot, dengan setulus hati dan penuh pengorbanan, mau melakukanya. Orang-orang yg menyimpan Indonesia dalam hatinya dan mau melakukan apapun saja demi kemajuan negaranya.

Karena itu kami membelanya.  

(adm/ga)

Kirim Komentar




Sebelumnya

Khofifah Indar Parawansa Puji Motor Listrik karya Siswa Pesantren Sabilil Muttaqien

Selanjutnya

Mendikbud Kagum dengan Karya Siswa PSM