Wasiat Pendiri

DAWUH KYAI HASAN ULAMA

Pada pendidikan yang diajarkan YPI PSM tertuang nilai-nilai yang telah tertanam sebagaimana yang telah diwasiatkan (dipun dhawuhakeun) oleh Kyai Hasan Ulama. Adapun dawuh, yang merupakan wasiat tersebut seperti berikut:


1.      Ojo kepingin sugih, lan ojo wedi mlarat.
(Jangan berharap jadi orang kaya dan jangan takut hidup miskin). Wasiat ini memiliki maksud supaya kita sebagai umat islam tidak terlalu mencari harta yang bersifat duniawi dan tidak juga meminta-minta jabatan.

2.      Pilih ngendi, sugih tanpo iman opo mlarat nanging iman.
(Pilih mana, kaya tanpa iman apa miskin tetapi beriman). Maksudnya adalah lebih baik miskin namun kita memiliki keimanan yang terselubung dalam hati, dibandingkan kaya harta namun tak memiliki iman

3.     Ojo demen ngudi pengaruhing pribadi (hawa nafsu), kang ono diopeni kanti tenanan, ojo kesengsem gebyaring kadonyan, kanuragan lan pengawasan dudu tujuan. Topo ngrame lakonono.
Maksudnya, sebagai umat islam jangan terlalu menuruti hawa nafsu pada diri pribadi. Bersyukurlah terhadap apa yang kita miliki sekarang ini jangan sampai terlena dengan gemerlapnya dunia ini. Selain itu sebagai umat islam harus selalu topo ngrame (dzikrullah) selalu mengingat Allah.

4.      Sumber bening ora bakal golek timbo.
(Sumber yang bening tak akan pernah mencari timba). Maksudnya, dalam menjalani kehidupan kita tidak boleh hanya menyia-nyiakan waktu hanya untuk mencari jabatan. Akan tetapi, kalau kita diserahi tanggung jawab atas jabatan tertentu, amanat itu harus kita laksanakan.

5.      Ojo demen owah-owah tatanan poro sesepuh, wajibe mung ngopeni lan nglestareake.
Maksudnya, sebagai generasi penerus pondok pesantren dilarang merubah semua tatanan yang sudah ditetapkan oleh para sesepuh terdahulu, mereka hanya diwajibkan untuk merawat dan melestarikanya.

6.      Ojo demen nyunggi katoke mbahe, amal sholeh tindakno.
Maksudnya, generasi penerus itu dilarang bangga terhadap kakeknya atau orang tuanya yang menjadi seorang pejabat atau pun Kyai yang terpandang di masyarakat. Mereka tetap disuruh untuk menjalankan amal sholih.

7.      Nyawiji naliko nindakake kautaman, pisah ing dalem kemaksiatan, ing tembe bakal ono titi mangsane anak putu ono kang nemu emas sak jago gedhene, ananging iyo mung kandeg semono iku imane.
Maksudnya, kita sebagai umat islam disuruh untuk bersatu dalam melaksanakan perbuatan yang mulia (yang utama), dan menghindari segala perbuatan maksiat.

8.      Ora lewat anak putuku sing guyub rukun, dipodo tansah ngrameake masjid, tak pangestoni slamet dunyo akherat.
Artinya, tidak terlewatkan cucu-cucuku yang selalu menjaga kerukunan, ayo sama-sama meramaikan masjid, dijamin akan selamat dunia akhirat.

9.   Ojo kendhat tansah nindakake mujahadah taubat, koyo kang wis diparengake guru.
Maksudnya, generasi penerus disuruh untuk selalu melaksanakan mujahadah taubat, seperti yang telah diajarkan oleh para guru terdahulu.

Tags
profile

Kirim Komentar




Sebelumnya

Landasan Perjuangan

Selanjutnya

Risalah Qaidah Pesantren

Artikel Terkait